Showing posts with label Gold in Coffee Talk. Show all posts
Showing posts with label Gold in Coffee Talk. Show all posts

Wednesday, September 23, 2009

Grocery Stores Begin To Accept Silver.

Youtube mensuspend account membernya yang memuat film dokumenter pendek ttg bagaimana perak mulai dipakai dalam transaksi di sebuah minimarket di LA.

Berikut link dari Youtuber lain yang memuat film dokumenter tsb.

http://www.youtube.com/watch?v=5xnIFzP2bTY

update: http://www.youtube.com/watch?v=7IfyXyu7xNI

Silakan dipahami sendiri, semoga tulisan ini berguna!

Friday, March 14, 2008

Emas Menembus US$ 1,000 / Troy Ounce


Lebih kurang 1 jam yang lalu, akhirnya harga Emas (spot price) menembus batas US$ 1000 / Troy Ounce, sekaligus mengukir rekor harga tertinggi dalam sejarah!

Penyebabnya adalah pelemahan US dollar yang begitu dalam yang juga tercermin dari harga minyak dunia yang menembus batas US$ 110 per barrel. Index US dollar yang menunjukkan posisi mata uang tersebut terhadap beberapa mata uang kuat juga semakin memperjelas perlemahan mata uang US$.

Dalam tulisan saya 4 Januari 2008, harga emas dalam rupiah bisa menembus Rp. 300.000,- namun dengan posisi rupiah hari ini di kisaran Rp 9,245,-/US$ kalkulasi harga jual emas spot ada di kisaran Rp. 298,500 / gram.

Setelah batas US $ 1,000,-/ troy ounce tercapai, prediksi saya selanjutnya yang bisa terjadi di tahun ini adalah di batas US $ 1,111,-/troy ounce (per 31.1 gr)!

Saturday, February 16, 2008

Cadangan Emas IMF


Seminggu berlalu setelah adanya berita bahwa dalam pertemuan negara G7 di Jepang, panel merekomendasi penjualan emas IMF sebesar 400 ton, untuk menutup defisit neraca dalam pemulihan ekonomi negara-negara miskin.

Berita seperti ini tentunya akan berpengaruh pada harga emas, dan secara logis akan membawa pergerakan harga emas ke bawah. Hal yang juga mempengaruhi penekanan harga emas minggu ini adalah berita tentang menurunnya permintaan emas secara fisik karena harga yang tinggi. Peran pasar India dalam hal ini cukup besar.

Namun beberapa cuplikan artikel dibawah ini yang dikutip dari tulisan Adrian Ash, rupanya perlu kita amati:

Would selling some IMF gold help push the gold price lower -- and, by extension, help the US dollar to recover? It's been tried before, and with little success. Between 1976 and 1980, the IMF sold gold in a bid "to reduce the role of gold in the international monetary system." The IMF unloaded one-third of its total gold holdings -- 1,600 tonnes in all.

But trying to cut gold out of the world's monetary system did nothing to stem the flight of investment cash into gold. To the contrary, during the four years that the IMF conducted its auctions, the gold price soared by 400%.

"Every time the IMF has sold gold it has actually triggered more buying interest," says Mario Innecco, a broker at MF Global in London, to Bloomberg. "It will just make it easier for the big sovereign buyers" -- the big central banks outside the G7 that want to build up their gold reserves -- "to snap up cheap gold from the IMF."

The IMF's sales would also make it easier for individuals to snap up cheap gold. The last time the IMF unloaded some of its gold, the price of the precious metal soared 400%. We would not dare to predict a repeat performance, but neither would we dare to rule it out. Instead, we would ask one simple question: If the IMF is dumping gold, what do you want to be doing?


Kalimat terakhir tentunya bisa menjadi pertanyaan "refleksi" tentang apa yang akan Anda lakukan bila hal itu benar terjadi. Sudah pasti saya akan menjawab beli !

Friday, January 11, 2008

Terlambat Membeli Emas?


Dalam minggu kedua 2008, harga emas menembus ambang batas baru US$ 890 per troy ounce, sekaligus rekor harga tertinggi dalam sejarah harga emas.

Ada rasa sedih menyadari bahwa sekarang rupiah yang saya dapat semakin tidak berarti untuk membeli komoditas ini.

Apa yang sebenarnya terjadi? Saya setuju dengan pandangan segelintir orang bahwa dunia ini sedang mulai mengalami kerusakan dalam system finansial yang selama ini diyakini. Dan kejadian subprime morgage di Amerika yang secara dahsyat menggerogoti perekonomian Amerika, hanyalah gejala yang terlihat dipermukaan seperti yang saya baca di sini.

Emas adalah uang yang selama berabad abad yang lalu dipakai sebagai alat tukar dan penyimpan nilai. Konsep uang kertas pada awalnya adalah berupa sertifikat penitipan sejumlah emas pada suatu otoritas dengan janji bahwa pembawa sertifikat tersebut berhak menebus sejumlah emas tersebut sejumlah yang tertera pada sertifikat tersebut.

Bisa dibayangkan apa yang sedang terjadi ketika "secara paksa" pihak otoritas menyatakan bahwa penebusan atas jaminan tersebut tidak lagi diberlakukan, dan memang inilah yang terjadi dalam masa pemerintahan Franklin D. Rosevelt, dengan kepres Amerika no. 6102 menarik semua sertifikat emas dan menetapkan kepemilikan sertifikat emas adalah ILEGAL kemudian menggantinya dengan Federal Reserve Note yang sekarang kita kenal dengan Dollar Amerika.
Menyusul kemudian tahun 1965, presiden Lyndon B. Johnson, menghentikan penebusan perak dan menarik semua sertifikat perak pada tahun 1970.

Nampaknya suatu kekuatan memang sudah merencanakan penggantian sistem ini, sebab Federal Reserve Notes melalui Federal Reserve Act sebenarnya sudah diberlakukan sebagai uang yang sah sejak tahun 1913, hingga secara keseluruhan mengambil alih sistem yang ada.

Dari tabel sejarah harga emas seperti dibawah, yang saya ambil dari kitco.com kita bisa melihat harga emas sebelum dan sesudah tahun 1933, terlihat begitu jelas bahwa nilai dollar mengalami devaluasi secara jelas dan yang relatif tidak terjadi sebelum 1933 !



Bagaimana posisi dollar minggu ini dibanding sebelum tahun 1933?
Dengan harga emas menembus us$ 890 /t.o. berarti terjadi penurunan nilai dolar sebesar 4300% .

Bagaimana posisi rupiah berbanding emas saat ini?
Ketika posisi dollar berbanding rupiah adalah us$1 = Rp.250,- (pada tahun 1970) itu setara dengan harga emas Rp. 9000,-/t.o. (per 31.1 gr) , namun sekarang harga emas per t.o. adalah Rp. 8.392.700,- atau terdevaluasi sebesar 93.250 % (sembilan puluh tiga ribu duaratus lima puluh persen) atau 932,5 kali.

Akankah kerusakan ini semakin besar ? Hmm...saya sangat tidak mengharapkan hal itu terjadi, namun tampaknya kerusakan ini seperti sudah diluar kendali manusia.

Hal yang perlu kita lakukan dalam menghadapi badai ekonomi mendatang adalah kenali apa yang merupakan kepemilikan nyata dan pisahkan dari apa yang merupakan ilusi atau kepemilikan berlandaskan hutang.

Satu nasehat seseorang yang selalu terngiang di telinga saya bahwa, setiap saat adalah waktu yang tepat untuk membeli emas!

Benar atau tidaknya akan terbukti dengan berjalannya waktu, semoga tidak terlambat!

Friday, January 4, 2008

Emas 2008


Harga emas logam mulia tembus US$ 865 per troy ounce di minggu pertama tahun 2008. Mencapai rekor tertinggi dalam sejarah. Dengan kondisi Rupiah di posisi Rp 9.407, logam mulia mesti ditebus di kisaran Rp. 262.000,- per gram.

Akankah harga emas turun secara signifikan ?

Hhmm,…siapa yang tahu dengan pasti? Saya hanya mengira penurunan yang terjadi dalam tahun ini hanya membentuk riak-riak kecil dalam skala lima tahun.

Gold Investor masih bisa bermain diantara peluang dan resiko, namun untuk pedagang perhiasan sepertinya cukup sulit dengan daya beli masyarakat yang makin tipis.

Prediksi saya yang tidak akan lepas dari kemungkinan meleset, tahun ini harga logam mulia bisa mencapai US$ 1,000.- / troy ounce atau melewati batas Rp.300,000.-/gr.